Mahasiswa, bukan hanya sekedar nama, Bukan juga hanya embel-embel semata. Namun, dibawah pundak Mahasiswa lah semua keluh kesah ini tertuju.

Negeri ini butuh engau kawan! Negeri ini butuh keringat-keringat dan pemikiran-pemikiranmu! Lawan Tirani! Bebaskan Otakmu! Berfikir Merdeka! Allohu ‘Akbar!

Sungguh naif ketika kita mau disebut mahasiswa yang banyak digembar-gemborkan sebagai kaum intelektual akan tetapi miskin akan pengetahuan, berfikir pragmatis, hanya berorientasi pada kampus, dan pencari pekerjaan. Ketika kita berbicara mengenai mahasiswa, tidakkah kita masi mengingat tiga fungsi dan peran seorang mahasiswa (Agent Of Change, Social control, Iron Stock) dan bahkan saat ini ditambahkan lagi (Moral Force) sebagai hasil dari kompleksnya permasalahan di negeri yang mendewa-dewakan demokrasi ini. Kawan-kawan, tidakkah kau memikirkan orang-orang yang ada disekitarmu. Orang-orang yang rela berangkat pagi-pagi buta berjualan dipasar, orang-orang yang rela tiap hari tubuhnya digunakan untuk mengais tumpukan sampah yang berserakan, para kuli batu, para pengemis dan pengamen yang sering kalian temui diperempatan jalan, orang-orang yang rela menjual tubuhnya ke para lelaki hidung belang. Tahukah kalian bahwa mereka semua hanya untuk mencari sesuap nasi! Tak peduli keselamatan jiwa, lusuh dan rentannya tubuh, capeknya raga, Mereka hanya ingin menghidupi keluarganya kawan! Mereka adalah korban dari kelakuan-kelakuan pemimpin kita saat ini! Dan pertanyaannya adalah: dimanakah kalian saat ini, dimanakah hati nurani kalian, Wahai para dewa kampus? Bukankah engkau seorang Agent Of Change, bukankah engkau seorang  Social control, bukankah engkau juga seorang Iron Stock? Apakah semua itu hanya omong kosong belaka?

Tidakkah kalian sadar bahwa sebagian dana yang kalian pakai untuk kuliah adalah uang-uang mereka? Sungguh sakit hati ini ketika para pejabat mahasiswa hanya mementingkan golongannya, lembaga-lembaga yang sudah tidak lagi sesuai dengan fitrahnya dan lebih memilih untuk konsentrasi pada egonya masing-masing, para pemikir ulung yang berkedok idealis, para mahasiswa yang hanya bisa berdandan sebelum kuliah dan menghambur-hamburkan uang untuk sekedar pergi ke mall. Apakah kalian pernah memikirkan nasib mereka? Atau hanya memikirkan saja dan tidak ada gerak nyata? Apakah ini sebuah ironi semata? Hanya kalian yang bisa menjawab! Tanya pada hati kalian masing-masing.

Semoga kalian sadar dan tidak setengah hati dalam berjuang untuk mereka.

Hakikat seorang Mahasiswa adalah belajar dan mengamalkannya dan Hakikatnya kita adalah seorang aktivis sosial, bukan hanya sebagai seorang aktivis kampus

Dari Rakyat Kembali ke Rakyat!! Hidup Rakyat!!!

Penulis : Teguh Santoso, Mahasiswa S1 FIA UB, Jurusan Ilmu Administrasi Publik, bukan anggota pers ataupun anggota research, hanya mahasiswa biasa dan berfikir merdeka