Definisi Kebijaksanaan Moneter

Kebijaksanaan moneter adalah tindakan pemerintah (Bank Sentral) untuk mempengaruhi situasi makro yang dilaksanakan melalui pasar uang. Secara lebih khusus, kebijaksanaan moneter bisa diartikan sebagai tindakan makro pemerintah (Bank Sentral) dengan cara mempengaruhi proses penciptaan uang.

Peranan Kebijaksanaan Moneter

Pengaruh kebijaksanaan moneter yang pertama kali terasa adalah pada sektor moneter dan perbankan (tingkat bunga, inflasi, kredit, dan sebagainya), yang kemudian ditransfer ke sektor rill (misalnya investasi dan konsumsi) yang berarti terbukti bahwa adanya kebijaksanaan moneter akan mempengaruhi kegiatan ekonomi dan dapat dikontrol oleh pemerintah sehingga dengan demikian dapat dipakai untuk mencapai sasaran pembangunan ekonomi.

Dalam kebijaksanaan moneter lembaga yang paling berwenang mengambil langkah kebijaksanaan yang diambil adalah bank sentral.

Mekanisme Kebijaksanaan Moneter

1.    Jalur Biaya Modal (The Cost Of Capital Channel)

Menurut Keynes, tingkat bunga merupakan penghubung utama antara sektor moneter dan sektor rill. Dengan demikian, tingkat bunga uang merupakan biaya modal dapat dipandang sebagai indikator pengaruh kebijaksanaan moneter/sektor moneter terhadap keseimbangan pendapatan nasional (sektor rill).

 Kebijaksanaan moneter (membeli surat berharga) –> Cadangan Bank Umum naik –> Jumlah Uang Beredar naik –> Tingkat Bunga Turun –> Investasi naik –> GNP naik

 

 2.    Jalur Kekayaan (Wealth Channel)

Pengaruh perubahan jumlah uang yang beredar terhadap pendapatan nasional dapat juga diterangkan melalui jalur kekayaan. Pengertian kekayaan disini meliputi:

–         Barang phisik (tanah, rumah, dan sebagainya)

–         Surat Berharga

–         Uang Tunai

 Kebijaksanna moneter ekspansif –> JUB naik –> Kekayaan naik –> Konsumsi naik (Pigou effect) –> Pengeluaran Total naik –> GNP naik

 3.    Jalur Harga Relatif (Teori Portofolio)

Teori portofolio merupakan dasar yang rasional mengapa seseorang memegang sesuatu (beberapa) kekayaan tertentu termasuk dalam bentuk uang. Perubahan harga relatif yang terjadi sebenarnya merupakan konsekuensi dari proses penyesuaian susunan portofolio seseorang. Jadi, kenaikan jumlah uang akan menaikkan pendapatan nasional.

 4.    Jalur Langsung (Teori Monetarist)

Teori menjelaskan bahwa kebijaksanaan moneter bisa mempengaruhi GNP (pendapatan) secara langsung. Menurut teori ini, karena sebenarnya mekanisme transmisi itu begitu kompleks, maka sulit untuk digambarkan, sehingga tidak bisa dinyatakan secara spesifik dan tidak bisa digambarkan secara terperinci.

 

 Kebijaksanaan Moneter (beli surat berharga) –> Jumlah uang naik –> Pengeluaran total naik –> GNP naik

 

Pengaruh jumlah uang terhadap pengeluaran total adalah melalui harga

Instrumen Kebijaksanaan Moneter

Tujuan kebijaksanaan moneter yang terutama adalah untuk stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang.

Instrumen Kebijaksanaan Moneter Umum (Kuantitatif)

1.    Politik Diskonto (Discount Policy)

Politik diskonto ini merupakan suatu kebijaksanaan yang diambil bank sentral dengan mengambil suatu tindakan merubah-rubah tingkat bunga yang harus dibayar oleh bank umum yang meminjam dana

Oleh karena bank-bank umum harus memenuhi ketentuan cadangan wajib minimum setiap waktu, maka ia harus meminjam semua cadangan baru dari bank sentral yang merupakan cadangan kelebihan. Dalam peinjaman tersebut, bank sentral mengenakan tingkat suku bunga pinjaman yang dinamakan suku bunga diskonto. Diskonto ini ditetapkan oleh bank sentral pada saat peminjaman dana bukan pada saat pembayaran kembali oleh bank-bank umum.

Efektivitas politik diskonto ini mengalami beberapa hambatan ketika diterapkan di negara-negara berkembang disebabkan karena beberapa hal sebagai berikut:

a      Politik diskonto tidak merupakan kebijakan yang biasa digunakan oleh bank-bank sentral di negara-negara berkembang.

b      Kelebihan likuiditas yang biasanya dialami oleh bank-bank umum di negara-negara sedang berkembang mengalami tumbuhnya kebijakan tersebut.

c      Dalam keadaan tertentu bank-bank umum mungkin tidak diwajibkan untuk menaikkan tingkat bunga dan ini tidak berpengaruh terhadap biaya maupun tersedianya kredit.

d      Masih banyaknya sektor yang non-monetised di negara berkembang, mempunyai pengaruh pada efektivitas politik diskonto, yang berarti akan menghambat efektivitas politik diskonto tersebut.

 2.    Politik Pasar Terbuka (Open Market)

Merupakan kebijaksanaan dari bank sentral dalam melakukan suatu tindakan menjual dan membeli surat-surat berharga. Kebijaksanaan ini mempunyai beberapa pengaruh atau tujuan, antara lain:

Pertama, menaikkan cadangan bank-bank umum yang terlibat dalam transaksi akibatnya bertambahnya cadangan ini, maka bank umum dapat menambah jumlah uang yang beredar (melalui proses penciptaan kredit).

Kedua, tindakan pembelian/penjualan surat berharga akan mempengaruhi (demikian juga tingkat bunga) surat berharga. Akibatnya, tingkat bunga umum juga akan terpengaruh.

Ketiga, pengembangan dan penyelamatan hutang pemerintah, misalnya penjualan obligasi pemerintah melalui Operasi Pasar Terbuka oleh bank sentral sangat diperlukan pada saat penebusan hutang pemerintah tersebut.

Keberhasilan operasi pasar terbuka ini tergantung pada beberapa faktor, antara lain:

a      Pasar surat-surat berharga pemerintah harus cukup luas, aktif dan menyebar; jika tidak maka malah akan mengakibatkan ketidakstabilan pasar uang.

b      Kurang menariknya surat-surat berharga yang dimiliki oleh Bank Sentral di negara-negara berkembang, sehingga akan mempengaruhi keefektivan bekerjanya kebijakan operasi pasar terbuka ini.

c      Kebanyakan bank-bank umum di negara-negara sedang berkembang menjaga fluktuasi rasio uang kas dengan deposito. Adakalanya rasio ini melebihi persyaratan minimum yang ditentukan oleh Bank Sentral, sehingga dalam keadaan seperti ini kebijakan ini menjadi tidak efektif

 3.    Politik Perubahan Cadangan Minimum (Reserves Requirement)

Politik Perubahan Cadangan Minimum ini dalah untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar. Jika ketentuan cadangan minimum dinaikkan oleh bank sentral, maka jumlah uang yang beredar akan cenderung naik

Disini perubahan ketentuan cadangan wajib minimum akan mempengaruhi kemampuan penciptaan uang giral oleh sistem perbankan melali dua cara, yaitu,

Pertama, ia mempengaruhi besarnya cadangan kelebihan yang dimiliki, dan

Kedua, ia mengubah angka pengganda uang giral yang tercipta dengan memberikan pinjaman.

Kebijakan perubahan cadangan minimum ini merupakan alat kebijakan moneter yang paling mungkin untuk berhasil banyak diterapkan di negara berkembang. Hal ini disebabkan karena:

a      Masih sempitnya pasar uang sehingga membatasi efektivitas dan diterapkannya kebijakan operasi pasar terbuka.

b      Banyaknya bank-bank umum di negara sedang berkembang yang mempunyai kelebihan dana, sehingga kenaikan diskonto mungkin tidak cukup untuk mengurangi kelebihan dana tersebut. Dalam keadaan seperti inilah diperlukan piranti yang langsung bisa digunakan, seperti perubahan  cadangan minimum untuk mengalirkan kelebihan dana tersebut.

Instrumen Kebijaksanaan Moneter Khusus (Kualitatif)

1.    Moral Suasion

Persuasi moral ini bertujuan agar para bankir dan pengusaha mentaati kebijakan yang telah ditetapkan oleh Bank Sentral. Kebijakan ini akan lebih efektif jika didukung oleh tindakan yang lebih positif oleh Bank Sentral, antara lain dengan melalui : pidato-pidato gubernur bank sentral, publikasi-publikasi agar dicapai kondisi seperti yang diinginkan oleh otorita moneter. Kebijakan moral suasion ini hanya akan bermanfaat pada saat tertentu saja sampai kebijakan yang fundamental dilakukan.

 2.    Pengendalian Kredit Selektif atau Selective Credit Control

Caranya adalah dengan menaikkan ketentuan maksimum kredit yang bisa dipinjam untuk membiayai pembelian spekulatif tersebut, yang dilakukan dengan menurunkan prosentase kredit maksimum yang dapat digunakan untuk membiayai pembelian tersebut. Dengan demikian akan mengurangi permintaan kredit untuk tujuan pembelian spekulatif tersebut

Bekerjanya Kebijaksanaan Moneter

Apabila pemerintah menginginkan untuk menghilangkan sama sekali pengangguran dalam perekonomian, maka pemerintah harus melaksanakan kebijaksanaan moneter atau fiskal dengan variabel targetnya berupa tingkat pendapatan nasional.